• (024) 6723456
  • edyjogatama@stekom.ac.id

Perbedaan Laminasi Doff Dan Laminasi Glossy


Berikut penjelasan mengenai perbedaan laminasi doff dengan laminasi glossy yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan cetak Anda. Dunia percetakan sekarang semakin jauh berkembang karena banyaknya konsumen yang ingin mencetak sesuatu. Mulai dari cetak undangan pernikahan, kartu nama, bookleat, leafleat, kalender dan lainnya. Semuanya bisa dibuat di percetakan dari yang memiliki kesan biasa hingga mewah.

Perlu diketahui bahwa laminasi adalah proses pelapisan terhadap lempengan tipis berupa kertas atau karton pada kedua sisinya dengan efek mengkilat dan tidak. Mencetak sesuatu biasanya Anda menemukan ada kertas yang mengkilau dan juga terlihat biasa. Hal tersebut dipengaruhi oleh laminasi yang dipakai oleh percetakan. Ada dua jenis laminasi yang sering digunakan dalam sebuah percetakan yaitu laminasi glossy dan doff. Keduanya sangat berbeda bahkan dari hasil cetakannya saja Anda akan dapat mengetahui perbedaan kedua jenis laminasi.

Perbedaan Laminasi Glossy Dan Doff

Adanya beberapa laminasi yang ada harus diketahui oleh anda agar pada saat membuat Undangan, Kartu Nama atau lainnya anda bisa menentukan laminasi apa yang cocok untuk dipergunakan. Perbedaan laminasi glossy dan doff bisa anda ketahui pada berikut ini.

Laminasi Glossy

https://solusiprinting.com/wp-content/uploads/2019/11/Laminasi-Glossy-1280px-x-720px-1024x576.jpg

Jenis laminasi glossy

Stiker laminasi glossy menghasilkan cetakan yang berkilau, karena dapat memantulkan cahaya yang banyak. Permukaan kertas yang telah dilaminasi glossy menghasilkan permukaan yang licin sehingga warna terlihat terang dan bagus. Biasanya laminasi glossy ini bisa dipakai untuk pembuatan Kartu Nama, undangan, brosur, leafleat dan poster. Kesan glossy yang ditimbulkan membuat hasil cetakan semakin mewah dan bagus.

Laminasi glossy banyak dijumpai pada percetakan yang menggunakan printer untuk cetak foto. Pada waktu melakukan percetakan foto atau apapun sebaiknya secara tidak langsung anda tidak boleh memegangnya. Tujuannya agar hasil cetakan tidak mengalami kerusakan, karena lamina glossy sangat rentan terhadap jari tangan ditambah lagi laminasi ini mudah tertekuk. Anda bisa memegangnya setelah membiarkan beberapa menit atau memakai sarung tangan.

Laminasi Doff

https://solusiprinting.com/wp-content/uploads/2019/11/Laminasi-Doff-1280px-x-720px-1024x576.jpg

Jenis laminasi doff

Kebalikan dari laminasi glossy yaitu doff, karakter yang paling menonjol adalah warna biasa dan tidak memiliki kilauan. Pemakaian laminasi doff bertujuan untuk melakukan perlindungan pada hasil printer inject sehingga hasil gambar yang didapatkan lebih tahan lama. Laminasi jenis ini bisa dipegang sesering mungkin karena tidak ada pengaruh adanya sidik jari di atas laminasi.

Laminasi ini juga bisa dipakai untuk pembuatan kartu nama, booklet dan Undangan pernikahan. Meski laminasi ini tidak semewah dengan glossy tetapi tetap saja hasil cetakannya sangat bagus. Bila anda menggunakan laminasi jenis untuk mencetak kartu nama maka, kartu tersebut nampak terlihat lebih eklusif dan bagus. Itulah keistimewaan laminasi doff walau sederhana tetapi tetap menghasilkan cetakan yang mewah.

Ada tata cara yang harus diperhatikan saat menggunakan laminasi glossy dan doff. Tujuannya agar hasil cetakan semakin bagus dan tidak ada kekurangan apapun. Berikut ini yang harus anda ketahui tentang penggunaanya:

Laminasi glossy yang digunakan bisa lebih baik bila mencetak pada 2 sisi bagian kertas. Efek yang ditimbulkan adalah mengkilap dan warna tintanya terlihat sangat pekat.

Saat memutuskan menggunakan laminasi yang berjenis doff maka, harus anda batasi hanya untuk amplop, Foto undangan. Tujuan pemakaian laminasi tersebut agar efek kasar yang diberikan dapat menahan goresan. Bahkan tidak ada pantulan cahaya sama sekali pada hasil cetakan.

Bila ingin membuat cover buku, maka pergunakan laminasi glossy dikarenakan glossy memberikan effek cerah pada hasil cetak. Jika pekerjaan seperti kartu nama biasanya menggunaan laminasi dengan jenis doff

karena sifatnya mudah ditekuk. meskipun sudah diaminating media cetak harus tetap dijaga terutama pada saat melakukan paking dijaga sehingga hasil cetak tidak tertekuk pada saat diberikan kepada pelanggan.

Kedua laminasi yang akan di lapisi dengan menggunakan 2 sisi tidak bisa disatukan menggunakan lem biasa. Ada 2 jenis laminasi yang sering digunakan yaitu laminasi panas (Thermal Lamination) atau Laminasi Dingin (Cold Lamination).

Penggunaan laminasi glossy dan doff agar hasilnya bagus, harus disesuaikan dengan jenis produk percetakan dan kebutuhannya.


Perbedaan Laminasi Panas dan Dingin 

https://solusiprinting.com/wp-content/uploads/2019/09/Perbedaan-Laminasi-Panas-dan-Dingin-1200px-x-675px-1024x576.jpg

Laminasi merupakan proses pelapisan kertas dengan bahan plastik yang dilakukan dengan tujuan melindungi hasil cetak dari faktor – faktor eksternal yang dapat merusak hasil cetak tersebut. beberapa faktor tersebut adalah cuaca panas, hujan, gesekan dengan bendalain dan berbagai faktor lainnya yang dapat menyebabkan hasil cetak menjadi pudar atau bahkan menjadi rusak. Fungsi utama dari laminasi itu sendiri adalah memberikan daya tahan lebih pada hasil cetak. Laminating juga digunakan untuk memberikan effek elegan pada hasil cetak, laminasi memiliki dua kategori umum yang sering digunakan untuk bisnis percetakan , yaitu laminasi doff dan glossy. Proses laminasi sendiri dilakukan dengan merekatkan plastik pada hasil cetak. Plastik yang digunakan dalam prosesnya terbuat dari polypropylene, polyester ataupun nylon. Terdapat dua jenis laminasi yaitu dengan laminasi panas dan laminasi dingin. Apa saja perbedaan laminasi panas dan dingin ini?

1. Mesin Laminasi Panas

https://solusiprinting.com/wp-content/uploads/2019/09/Mesin-Laminasi-Panas-1280px-x-720px-1024x576.jpg

Mesin laminating panas

Laminasi panas dilakukan dengan metode thermal laminating. Caranya  dengan menggunakan plastik  yang mengandung lem atau menggunakan plastik yang belum menggunakan lem. Lem digunakan sebagai perekat plastik dengan hasil cetak. Untuk melekatkannya dilakukan pada suhu 90 sampai 120 derajat celcius. Sementara untuk proses laminasi panas dengan plastik yang tidak mengandung lem dilakukan dengan cairan kimia sebagai perekat.

Laminasi panas yang tidak mengandung lem biasanya lebih banyak digunakan untuk percetakan offset dikarenakan biayanya yang lebih ekonomis. Untuk percetakan digital, dikarenakan mencetak dalam jumlah yang lebih sedikit, maka lebih ekonomis menggunakan jenis laminasi panas yang menggunakan lem (Harga Mesinnya yang lebih murah). Teknik Laminasi Panas atau thermal lamination, banyak digunakan hasil cetak yang menggunakan media kertas seperti Katalog, Brosur, Kartu Nama, Company Profile, Tent Card.

Kelebihan Dan Kekurangan  Laminasi Panas

Menggunakan mesin laminating panas memang terkenal memililki kualitas yang sangat bagus. Karena mesin laminasi yang memiliki panas akan mengepress plastik sangat kuat sehingga hasil tempelan akan semakin erat. Bukan hanya itu, bahan yang digunakan laminasi panas mudah di cari di pasaran dan harganya terjangkau. Untuk pengerjaan dengan jumlah yang besar, sebaiknya menggunakan laminasi panas dikarenakan lebih cepat dan lebih effisien secara waktu.

Akan tetapi mesin laminasi panas memiliki kekurangan, yaitu memiliki harga yang cukup mahal. Memang mesin laminasi panas diciptakan untuk mencari keuntungan dalam memberikan jasa cetak sehingga untuk membeli mesin laminasi panas yang kecil saja bisa mencapat 20 jutaan. Disamping itu, laminasi panas juga memiliki konsumsi listrik yang tinggi, jadi untuk pekerjaan cetak yang sedikit tidak disarankan untuk menggunakan mesin laminasi panas.

2. Mesin Laminasi Dingin

https://solusiprinting.com/wp-content/uploads/2019/09/Mesin-Laminasi-Dingin-1280px-x-720px-1024x576.jpg

Mesin laminating dingin

Mesin laminating atau bisa disebut dengan “Metode Wet” adalah mesin laminasi yang digunakan tanpa adanya pemanas. Biasanya digunakan untuk laminasi dingin atau stiker transparan. Laminasi dingin banyak digunakan untuk bisnis percetakan digital yang menggunakan mesin berjenis plotter, oleh karena itu penting untuk mengetahui perbedaan laminasi panas dan dingin. Hasil cetak yang biasanya menggunakan teknik cold laminating adalah, X banner, roll up banner, stiker, poster Foamboard, Tripod Banner. Mesin laminasi dingin memiliki bentuk panjang (1.5M) yang memiliki dua roll seperti penggilingan. Dimana pada saat penggunaan hasil cetak di roll bersamaan dengan media laminasi sehingga menyatu dengan baik.

Mesin laminasi dingin juga tersedia untuk ukuran kecil untuk melaminasi dokumen dokumen perusahaan, perkantoran dan instansi pemerintah yang simple dan tidak membutuhkan laminasi yang banyak.

Kelebihan dan Kekurangan Laminasi Dingin

Mesin laminasi dingin memiliki harga yang lebih terjangkau jika di bandingkan dengan mesin laminasi panas. Mesin ini tidak memerlukan listrik sehingga sangat ekonomis untuk digunakan. Tidak sampai disitu, mesin laminasi dingin atau cold laminating memiliki daya tahan yang panjang sehingga dengan menggunakan mesin ini perusahaan percetakan bisa mencari keuntungan yang besar.

Selalu ada dua sisi yang berlawanan ketika kita berbicara tentang perbedaan laminasi panas dan dingin, mesin laminasi dingin juga memiliki kekurangan yang kita semua harus mengerti. Daya perekat pada proses press plastik kurang bagus karena tidak memiliki pemanas sehingga kurang cocok untuk melaminasi beberapa pekerjaan seperti ID card, undangan dan lainnya.

Membeli Mesin Laminasi Dingin Dan Panas

Mesin laminating panas dan dingin ini merupakan mesin yang paling dicari oleh pengusaha percetakan. Mesin laminasi itu juga sering digunakan untuk beberapa bisnis UMKM seperti bisnis fotokopi. Bisnis Foto kopi juga melayani jasa laminasi, harga untuk jasa laminasi masih tinggi sehingga banyak pengusaha foto kopi yang memiliki mesin laminasi panas dan dingin. Mesin laminasi tersedia dalam berbagai ukuran sehingga untuk bisnis percetakan kecil, tidak memerlukan mesin laminasi yang berukuran besar dan mudah diletakan dimana saja.

Untuk bisnis percetakan, mesin laminasi dingin dan panas wajib dimiliki untuk memberikan pelayanan cetak yang baik kepada pelanggan. Untuk menentukan jenis laminasi yang sesuai, seorang pengusaha percetakan harus mengevaluasi perusahaannya sendiri. Beberapa faktor yang harus dilihat sebelum membeli mesin laminasi adalah Mesin yang digunakan “Percetakan Digital” atau “Percetakan Offset” untuk menentukan jenis laminasi yang ingin digunakan. Untuk menentukan besar kecilnya ukuran mesin laminasi maka faktor yang yang harus di pertimbangakan adalah “Ukuran Tempat usaha” dan “Banyaknya Pekerjaan Laminasi“. Satu lagi yang tidak kalah penting adalah budget untuk membeli mesin laminating juga harus dipikirkan, memaksakan membeli mesin laminasi yang bagus dapat mengakibatkan macetnya keuangan perusahaan, jika memiliki budget yang kecil, Anda bisa mencoba untuk membeli mesin laminasi yang bekas atau second.


 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved