• (024) 6723456
  • edyjogatama@stekom.ac.id

Teori Warna dalam Desain

Teori Warna dalam Desain

Sebelum memulai mendesain, sebaiknya Anda memahami dulu Teori Warna. Teori Warna adalah pedoman yang biasanya desainer gunakan sebagai dasar memilih kombinasi warna desain terbaik.

1. Teori Warna Menurut Brewster

Pertama, ada teori warna menurut BrewsterTeori Brewster adalah konsep yang mengelompokkan warna menjadi empat kategori, yaitu: warna primer, warna sekunder, warna tersier, dan warna netral.

Lengkapnya, mari simak teori warna menurut Brewster berikut ini.

Warna Primer

Warna primer: merah, kuning, biru

Teori Primer Brewster

Warna primer adalah warna dasar yang membentuk warna-warna lain. Karena bersifat murni, warna primer tidak diciptakan dari kombinasi warna apapun. Justru, warna primer menjadi bahan dasar untuk menciptakan warna-warna baru.

Warna Sekunder

Warna sekunder: ungu (merah + biru), oranye (merah + kuning), hijau (biru+ kuning) 

Teori Sekunder oleh Brewster

Teori warna dalam desain berikutnya, warna sekunder. Warna sekunder adalah warna yang berasal dari kombinasi dua warna primer. Misalnya, campuran warna merah dan kuning menghasilkan oranye.

Warna Tersier

Warna tersier: magenta (merah + ungu), marigold (kuning + oranye), aquamarine (biru + hijau), dll

Teori Tersier oleh Brewster

Warna tersier adalah warna yang dihasilkan dari kombinasi warna primer dan warna sekunder. Merah campur ungu, misalnya, menghasilkan magenta.

Warna Netral

Warna netral: hitam, putih, cokelat, krem, abu-abu, dll

Contoh warna netral

Warna netral merupakan warna penyeimbang untuk membantu warna lain agar terlihat lebih fokus. Ada dua jenis warna netral: monokromatik dan earth tone.

Warna monokrom terdiri dari hitam dan putih. Sedangkan earth tone atau warna yang menyerupai unsur bumi misalnya cokelat, krem, dll

2. Roda Warna

Roda warna ditemukan oleh Isaac Newton. Singkatnya, roda warna adalah lingkaran warna yang menghubungkan warna primer, warna sekunder, warna tersier, dan warna netral.

Ada beberapa model Color Harmony dari roda warna, di antaranya:

Complementary

Complementary adalah warna yang saling berhadapan pada roda warna. Contohnya, merah dan hijau. Hasilnya seperti logo restoran Chili’s Grill & Bar.

Contoh Warna Complementary

Analogues

Analog adalah kombinasi warna yang saling bersebelahan pada roda warna. Seperti biru, hijau tua, dan hijau muda. Output desainnya kira-kira seperti warna logo The Sims 4.

Contoh Warna Analogues

Triadic

Triadic adalah kombinasi dari warna-warna yang berada di garis lurus dari roda warna. Misal, ungu, hijau, dan oranye. Outputnya seperti logo Fanta.

Contoh Warna Triadic

Arti Warna dan Pengaruhnya Bagi Website

Setelah memahami berbagai jenis teori warna, sekarang saatnya Anda mempelajari arti warna.

Setiap warna membawa pengaruh yang berbeda. Itulah sebabnya arti warna seringkali disebut juga dengan Psikologi Warna. Pasalnya, warna cukup berpengaruh terhadap pikiran dan perilaku seseorang.

Warna

Arti

Kelebihan

Biasa dipakai oleh website

Merah

- Peringatan

- Kewaspadaan

- Tidak stabil

- Energi

- Gairah

Memperkuat kesan darurat dan punyai daya tarik kuat, karena terlihat kontras

Restoran, industri makanan, kegiatan sosial, dll

Oranye

- Kesenangan

- Kesegaran

- Antusias

- Kreatif

- Pembaharuan

Warna yang cukup agresif, tapi masih sedikit lembut jika dibandingkan warna merah

Supermarket, konsultan, dll

Kuning

– Keceriaan

- Kegembiraan

- Kehangatan

- Kehidupan

- Energi

Menarik perhatian karena tampil cerah.  Terlihat lebih kuat jika dikombinasikan dengan warna netral seperti hitam atau warna gelap lainnya.

Restoran, listrik, peralatan sekolah

Hijau

- Kesuburan

- Pertumbuhan

- Kesegaran

- Pembaharuan

- Kestabilan

Menunjukan sifat natural/alami

Tanaman herbal, produk ramah lingkungan, produk/industri yang berada di luar ruangan

Biru

- Damai dan tenang

- Loyalitas

- Kebijaksanaan

- Intelektual

- Kebesaran/kekuasaan

Warna yang populer dan disukai oleh berbagai gender

Perusahaan teknologi, kedinasan, pendidikan, organisasi sosial, dll

Ungu

- Misterius

- Spiritual

- Keanggunan

- Bernilai

- Kemewahan

- Kebijaksanaan

Warna ungu terkesan sebagai warna penyeimbang yang menghangatkan. Paling cocok untuk target audiens wanita.

Industri fashion, parfum, lifestyle, perhiasan, dll

Cokelat

- Natural

- Hangat

- Kuat

- Tahan lama

Warna cokelat menyerupai unsur bumi, sehingga cocok untuk perusahaan yang fokus ke produk alami. 

Perusahaan furniture, makanan manis, kerajinan, dll

Pink

- Romantis

- Feminim

- Ceria

- Energic

Fleksibel untuk berbagai tujuan dan cocok menyasar target audiens wanita dan anak-anak, ataupun pasangan suami-istri 

Industri mainan, fashion, event, dll

Hitam

- Elegan

- Canggih

- Simple

- Misterius- Kuat

Warna hitam cukup populer di kalangan pria. Sehingga, perusahaan yang menyasar target audiens laki-laki seringkali memakai warna ini.

Alat transportasi, perusahaan tech, dll

Putih

- Bersih

- Murni

- Simple

- Luas

Warna putih cukup netral untuk berbagai kebutuhan website.

Portal berita, perusahaan, fashion, arsitektur, dll

Kombinasi Warna Desain Web

Sesudah memiliki wawasan akan arti warna, Anda akan belajar aneka macam kombinasi warna agar situs lebih kece.

Secara garis besar, ada tiga jenis kombinasi warna website: tints, tones, dan shades

1. Tint

Tint adalah kombinasi warna untuk website yang mungkin sering Anda temui. Tint dikenal juga dengan warna pastel. Warna tint adalah campuran warna dasar dengan warna putih. Warna tint terlihat santai, lembut, serta memiliki kesan feminin.

Warna Tint

Warna website tint efektif bagi situs yang membidik target audiens wanita dan anak-anak. Banyak perusahaan kecantikan, produk bayi, mainan, dan lain-lain menggunakan tint sebagai warna untuk website.

Contoh kombinasi warna desain tint:

Kombinasi warna website tint

2. Tone

Tone bersifat meredam warna sehingga kombinasi warna terlihat tidak terlalu mencolok dan mudah menyatu dengan warna lain. Tone adalah campuran warna dasar dengan abu-abu. Efeknya, warna terlihat lebih pucat dan bahkan keruh jika unsur abu-abunya terlalu berlebihan.

Warna Tone

Warna tone memberikan kesan klasik, alami, dan natural seperti warna alam. Jenis warna website ini cukup baik jika digunakan untuk website arsitektur, fotografi, kerajinan tangan, dan lain-lain.

Contoh kombinasi warna desain tone:

Contoh kombinasi warna web tone

3. Shade

Shade atau bayangan, mampu menciptakan nuansa gelap.

Shade adalah kombinasi warna dasar dengan warna hitam. Sehingga, warna akan terlihat lebih gelap atau tua.

Warna Shade

Biasanya, kombinasi warna web dengan shade akan tampil baik ketika dipadukan bersama warna murni atau warna yang lebih terang. Situs yang memakai kombinasi warna ini cocok untuk website ingin memperkuat kesan serius, profesional, dan elegan. Jasa keuangan, portal berita, jasa konsultan, dan organisasi, misalnya.

Contoh kombinasi warna desain shade:

Kombinasi warna web shade

Berapa Jumlah Warna Efektif dalam Website?

Setelah mempelajari berbagai kombinasi warna desain web, berapakah porsi warna yang pas?

Silakan adopsi prinsip 60:30:10 dari teknik desain interior. Meski awalnya untuk mendekorasi ruangan, aturan ini sah-sah saja kok diterapkan sebagai warna untuk website. Bahkan, Niagahoster pun menggunakannya.

Berikut ulasannya.

Porsi 60% warna dominan

Seperti namanya, warna dominan menjadi warna website yang paling banyak digunakan pada desain web. Ini adalah warna yang paling mencerminkan branding perusahaan.

Niagahoster, misalnya, menggunakan warna website dominan biru.

Contoh warna untuk website Niagahoster dengan porsi 60% biru

Porsi 30% warna sekunder

Porsi 30% digunakan sebagai warna pendukung yang mendampingi warna dominan. Karena berperan untuk mendukung, warna website ini terlihat menonjol tapi porsinya tetap lebih kecil daripada warna dominan.

Seperti yang Anda lihat pada gambar berikut, Niagahoster  menggunakan warna sekunder kuning. Warna website ini menghiasi tombol CTA ataupun komponen lainnya yang membutuhkan penegasan (highlight).

Porsi 30% untuk kombinasi warna web Niagahoster

Porsi 10% warna pelengkap

Berikutnya, warna pelengkap. Fungsi warna untuk website ini adalah supaya kombinasi warna web lebih variatif. Sehingga, tampilannya tidak membosankan.

Niagahoster sendiri memilih warna hijau sebagai pelengkap. Bisa Anda lihat, warna hijau menghias beberapa komponen seperti label nama produk. Meski begitu, porsinya jauh lebih sedikit daripada warna biru ataupun kuning,

Warna website hijau sebagai pelengkap

Cara Menentukan Warna Efektif untuk Desain Website

Berbagai tips menentukan warna untuk website yang efektif.

1. Pelajari Branding yang Digunakan

Branding adalah citra untuk membangun kesan tertentu dan memudahkan orang-orang mengidentifikasi suatu merek atau identitas perusahaan.

Faktanya, warna memudahkan 80% orang untuk mengenali suatu brand. Karena itu, menentukan warna website harus berpedoman pada branding perusahaan. Supaya, website tampil konsisten dan brandingnya kuat.

Perusahaan McDonald’s, misalnya. Memiliki ciri khas warna merah dan kuning, website mereka pun dipoles dengan kombinasi warna website yang sama.

Kombinasi warna web McDonald's

2. Ketahui Tujuan Website dan Setiap Halamannya

Cara menentukan warna untuk website yang berikutnya, ketahui tujuan web dan setiap halamannya (web page).

Misalnya, home page berfungsi sebagai ruang tamu yang menyambut pengunjung situs. Sehingga, warna branding harus terlihat cukup mencolok di sana. Bisa itu pada header, slider, dan lain-lain.

Warna website Niagahoster sesuai tujuan

Namun, lain jadinya warna pada landing page. Karena fokusnya menggenjot konversi, maka kombinasi warna landing page harus menonjolkan tombol CTA, opsi produk, dll.

Kombinasi warna pada landing page

3. Sesuaikan Warna Website dengan Target Pasar

Setiap konsumen punya ketertarikan warna yang berbeda sesuai umur maupun jenis kelaminnya. 

Mari lihat warna website berita seperti CNN. Untuk membangun kesan serius dan jujur pada target audiens yang sebagian besar remaja hingga orang tua, CNN menggunakan kombinasi warna web merah, hitam, dan putih.

Sekarang, bayangkan jika CNN memoles warna website dengan ungu atau hijau. Kemungkinan malah akan terlihat seperti situs berita yang kurang serius, bukan?

Warna website harus sesuai target pasar

4. Pastikan Seluruh Bagian Terlihat Jelas

Kontras teks dalam desain website cukup penting. Sebab, audiens akan menangkap informasi melalui teks yang ada pada situs. Karena itu, teks harus mudah dibaca dan tidak membuat mata lelah. Caranya, berikan kontras sehingga audiens bisa membedakan antara warna teks dengan warna website.

Gunakan teks warna gelap untuk background terang. Sebaliknya, gunakan warna terang untuk teks dengan background gelap.

Tipografi yang baik membuat bagian website terlihat jelas

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved